Kamis, 07 Mei 2009

air mata yang terhenti

Suatu malam-semut bercerita kpd ibunya ttg kejadian yg baru saja ia alami,ttg kisahnya dg si lebah.Awalnya ia memang tak bermaksud menceritakan hal tsb ibunya,namun ternyata ia terlalu lemah untuk dapat menyembunyikan perasaan yg hampir membuat hatinya mati sesaat.Perlahan ia berbicara,tentu dg menyembunyikan tangis dan sedihnya,supaya sang Ibu tidak khawatir.Ia berbicara seolah-olah sedang menghibur hatinya sendiri,diselingi dg tawa tentunya.
Sang Ibu yg sedari td mendengarkan dan paham betul apa bagaimana perasaan anaknya,dg senyum simpulnya berkata,''Nak,ada 3 hal yg tidak bisa kita tebak di dunia ini,yaitu rizki,jodoh,dan mati.Jadi,bila lebah itu adalah jodohmu,ia pun tak akan kemana.ia akan kembali setelah sibuk berkelana.Namun,bila tidak,Allah pasti punya rencana lain yg lebiih indah.Mungkin lebah memang bukan yg terbaik untuk semut mungilku ini.Berdo'alah padaNya nak,Dia-lah yg kan berikan petunjuk bagimu.''
Mendengar ucapan ibunya,hati si semut seperti teraliri air gletser.
Beruntunglah ia tetap dapat menyembunyikan air mata di depan ibunya.

2 komentar: